Minggu, 28 Juni 2015

Rindu







Ini bukan soal novel rindu juga tentang si berkulit hitam pekat yang menjadi pengawal kapal holand itu atau si ana dengan kakanya , bukan itu semua.
Hanya di balik halaman belakangnya ada kisah rindu kecil milik wanita biasa, si aku namanya .

Berapa waktu silam setiap weekend selalu menunggu di rumahnya , harap harap ada yang mengetuk pintu mengucapkan salam sebelumnya dengan suara motor "breem breem breem"
Setiap pagi menengok ke jendela, hampir siang mengintip lagi , lalu menjelang sore jantungnya berdebar , tiba pukul 5 pupuslah harapannya ..
Begitu terus setiap weekend , baginya weekend adalah hari yang penuh harapan.

Sudah berapa kali weekend di buat hatinya sering patah meskipun tak pernah putus asa , terkadang ada malamnya yang di penuhi oleh nestapa tapi si aku lebih memilih malam yang terjerat oleh buih buih rindu.

Namun satu waktu itu , satu minggu usai tak terlihat satu huruf dari satu kotak bernama "lelaki terbaik" , tak ada bayangan, tak ada bekas jejak , barangkali memang benar ada sang sibuk , tapi siapa yang tahu ? Apakah malam weekend itu bertoleran segala kesibukan? Siapa yang salah jika setiap malam sebelumnya selalu membunga tidurkan wajahnya? Dan segala demi apapun malam weekend itu rindu yang sudah di ujung batas, merikuk tiap kenangan , berputar putar di kepala semuanya , pikiran jadi tak karuan, hati jua tak menahan, segala komat kamit di panjatkan agar tuhan mendengarnya , sampaikan pada yang di rindunya.

Haaaap!! tuhan maha asyik-nya, mentari kian menjulang, burung berkicau riang, siang menjadi benderang , dan hati menjadi berdebar kencang , lelaki berkemeja biru datang, si aku jadi gembirang.
Duduklah di bangku berhadapan, sudah jatuh tatapan matanya , ada senyum kaku yang terlihat sementara antara A dan Z menjadi samar lalu malu maluan hatinya, begitulah mereka tertangkap.

Bagian akhir kencan siangnya , mereka berkunjung di pusat kota , di tempat yang istimewa bagi sang kutu buku, kemudian si aku bersama lelaki terbaik itu menyusuri romantisme di jajaran jendela dunia, melihat tetumpukan judul menarik ada yang membuatnya kesemsem tapi yang di taksir lama itu sudah memanggil , novel rindu telah di genggam , si aku tertawa "yess akhirnya aku dapati ini !!" dengan menatap wajah si lelaki serasa ingin mengungkap tabir kalimat mengaharu biru, ah sayang tertahan di bibir. lalu si aku mulai berbisik "tere liye bolehkah aku menambahkan halaman belakangnya? Satu saja tentang rindu kecil ini, aku ingin mensejarahkan-nya"


Sempurnalah rindu weekend itu.