Ini bukan soal novel rindu juga tentang si berkulit hitam pekat yang menjadi pengawal kapal holand itu atau si ana dengan kakanya , bukan itu semua.
Hanya
di balik halaman belakangnya ada kisah rindu kecil milik wanita biasa, si aku
namanya .
Berapa
waktu silam setiap weekend selalu menunggu di rumahnya , harap harap ada yang
mengetuk pintu mengucapkan salam sebelumnya dengan suara motor "breem
breem breem"
Setiap
pagi menengok ke jendela, hampir siang mengintip lagi , lalu menjelang sore
jantungnya berdebar , tiba pukul 5 pupuslah harapannya ..
Begitu
terus setiap weekend , baginya weekend adalah hari yang penuh harapan.
Sudah
berapa kali weekend di buat hatinya sering patah meskipun tak pernah putus asa
, terkadang ada malamnya yang di penuhi oleh nestapa tapi si aku lebih memilih
malam yang terjerat oleh buih buih rindu.
Namun
satu waktu itu , satu minggu usai tak terlihat satu huruf dari satu kotak
bernama "lelaki terbaik" , tak ada bayangan, tak ada bekas jejak ,
barangkali memang benar ada sang sibuk , tapi siapa yang tahu ? Apakah malam
weekend itu bertoleran segala kesibukan? Siapa yang salah jika setiap malam
sebelumnya selalu membunga tidurkan wajahnya? Dan segala demi apapun malam
weekend itu rindu yang sudah di ujung batas, merikuk tiap kenangan , berputar
putar di kepala semuanya , pikiran jadi tak karuan, hati jua tak menahan,
segala komat kamit di panjatkan agar tuhan mendengarnya , sampaikan pada yang
di rindunya.
Haaaap!!
tuhan maha asyik-nya, mentari kian menjulang, burung berkicau riang, siang
menjadi benderang , dan hati menjadi berdebar kencang , lelaki berkemeja biru
datang, si aku jadi gembirang.
Duduklah
di bangku berhadapan, sudah jatuh tatapan matanya , ada senyum kaku yang
terlihat sementara antara A dan Z menjadi samar lalu malu maluan hatinya,
begitulah mereka tertangkap.
Bagian
akhir kencan siangnya , mereka berkunjung di pusat kota , di tempat yang
istimewa bagi sang kutu buku, kemudian si aku bersama lelaki terbaik itu
menyusuri romantisme di jajaran jendela dunia, melihat tetumpukan judul menarik
ada yang membuatnya kesemsem tapi yang di taksir lama itu sudah memanggil ,
novel rindu telah di genggam , si aku tertawa "yess akhirnya aku dapati
ini !!" dengan menatap wajah si lelaki serasa ingin mengungkap tabir
kalimat mengaharu biru, ah sayang tertahan di bibir. lalu si aku mulai berbisik
"tere liye bolehkah aku menambahkan halaman belakangnya? Satu saja tentang
rindu kecil ini, aku ingin mensejarahkan-nya"
Sempurnalah
rindu weekend itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar