Jumat, 15 Januari 2016

Bukan Perempuan Tangguh

Barangkali aku memang masih kekanak-kanakan ingin di kuatkan, ingin di semangatkan, ingin di pedulikan, ingin di perhatikan, ingin di dengarkan.
Atau memang barangkali aku terlalu manja. Tidak mau begini, tidak mau begitu, Tidak suka keras, tidak suka nada tinggi.
Barangkali aku belum dewasa, mudah menangis, tidak sabaran, belum legowo, gampang patah hati.

Ya aku bukan perempuan tangguh.

Sekuat apapun aku mengumpatnya, menahannya, memendamnya tapi ada satu hari aku selalu melepasnya, dinding pertahanan runtuh, kepalaku penuh asap, mulutku sering mengutuk, mataku mengalah dengan satu air, lalu menyerahkan hatiku agar di robek, dan berharap "hold me or hug me".

Meski sehari, aku bukan perempuan tangguh.

Susah sekali menjadi perempuan tangguh hanya sekali.
Melewati harus sendiri, tidak ada telinga lain, tidak ada tangan lain, tidak ada tubuh lain.
Hanya berkutit dengan perasaan sendiri, pertengakaran antar jiwa-jiwa harus di sudahi dengan sendirian lagi.

Perempuan tangguh juga harus bisa menasehati diri sendiri, mengobati hati sendiri yang sudah robek. menyembuhkan kecemasan dan sebagainya, dan memberikan banyak keyakinan untuk diri sendiri.

Sayangnya aku masih belum perempuan tangguh.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar