Rabu, 17 Februari 2016

Rahasia Hati part 2

Tuhan yang maha merahasiakan, aku ingin seperti siti fatimah lagi yang menjaga hatinya untuk Sayyidina Ali, menyembunyikannya hingga tidak ada yang menemukan, memendamnya tertimbun dalam dalam. aku ingin menikmati semua sendiri lagi, mereka tak perlu tahu, dia juga, hanya aku dan tuhan. biar rasa ini menjadi “RAHASIA HATI” lagi.

**

Setiap cinta selalu ingin menjelma tulisan, bait puisi, kata-kata mulut, dan seluruh perhatian, setiap cinta selalu ingin di lepaskan, meski semuanya tidak pernah berhasil di ungkapkan. Setiap cinta selalu ingin di lihat, di ketahui, di kenal, dan di tunjukan kemana-mana.
Sayang, setiap keinginan cinta tidak melulu semua orang bisa melakukan, seperti aku.

Aku tidak bisa mengungkapkan isi cintaku, aku tidak bisa menjelaskan cintaku sendiri, aku tidak bisa memperlihatkan cintaku, bahkan aku tidak bisa membuatnya menjadi puisi yang indah, aku tidak bisa menyederhanakan cintaku lewat tulisan, aku tidak bisa.
Karena cintaku sudah terlalu besar, besar sekali, melebihi rasa dua tahun silam itu, kali ini sangat berbeda. berapa kalipun aku mengungkapan dengan kata “I LOVE YOU” itu tidak berarti apa-apa, pun saat aku bilang “aku sangat mencintaimu” nyatanya cinta itu lebih besar dari kata sangat, ratusan kali aku ingin menjelaskan semuanya tidak pernah bisa di lakukan dengan sempurna.

Cintaku sudah terlalu dalam.
Marah sedetik, sayang seratus detik. Kecewa sedetik, sayang seratus detik. Bosan sedetik, sayang seratus detik. Selalu begitu, selalu ada alasan untuk sayang, selalu memilih untuk jatuh cinta lagi daripada emosi, selalu kembali daripada berakhir.
Kemarahan dia adalah yang paling menakutkan untukku, rasanya seperti aku kehilangan jiwanya, aku kehilangan hatinya, aku kehilangan seluruh tentangnya, seperti aku benar benar kehilangan dia. Saat dia marah, aku resah, gamang, galau, sampai nangis. Aku bisa sampai nangis jika dia marah, bukan karena kemarahannya, tapi artinya aku sudah benar benar menyakitinya.
Setiap hari aku rindu, entahlah setiap waktu aku ingin ada di sampingnya, setiap kali aku ingin mendengar suaranya, setiap malam juga aku bermimpi, setiap lainnya aku selalu menggebu-gebu untuk bertemu, aku ingin bersandar di pundaknya, aku ingin melihat senyumnya, aku selalu ingin menghabiskan waktu bersamanya.
Kenyamanannya tidak bisa di gantikan oleh siapapun. Dia sudah berubah menjadi seleraku, kecocokanku, keinginanku, aku tidak bisa berharap lain lagi selain dirinya. Aku suka tertawa karena dia, aku sekarang bisa menjadi diri sendiri karena dia, akhirnya aku bisa cerita apa saja karena dia, aku bisa dewasa karena dia, aku selalu belajat banyak hal karena dia. Banyak alasan yang membuatku nyaman bersama dia, dan itu aku enggak bisa dapatkan dari orang lain.
Anehnya aku selalu berusaha menjadi wanitanya, aku belum pernah melakukan ini sebelumnya dengan laki-laki manapun. Aku selalu belajar tidak pernah menyakitinya, aku selalu belajar untuk menghadapinya, aku selalu belajar membuat dia tersenyum, aku selalu belajar apa yang dia inginkan, aku selalu belajar mematuhi nasihatnya, aku selalu belajar apa-apa yang membuat dia bahagia, bahkan kemanjaan dan keegoisanku sudah bisa di tolerin demi dia.
Hatiku sudah tidak mau lagi ada laki-laki lain, hatiku tidak ingin mencari lagi yang lebih sempurna, menurutku sempurna sudah ada padanya. Aku pernah membayangkan jika aku hidup bersama laki-laki lain rasanya sakit sekali, bahkan aku hidup bersama tidak bisa melupakan dia, aku akan masih memimpikan bersama dia.
Setiap kali aku selalu berdoa agar dia jodohku dunia akhirat, aku selalu berharap akhiratpun aku masih bersamanya, cintaku akan sempurna.

Ah sudahlah aku bilang aku tidak bisa menjelaskannya, cintaku ini luas dan besar sekali, selalu menggebu-gebu. Kalian tidak bisa membayangkan cintaku, kalian tidak bisa menyamakan cintaku, dan aku yakin tidak ada yang bisa merasakan seperti cintaku sejauh ini.

**

Aku ingin cinta ini menjadi “RAHASIA HATI” antara aku dan tuhan saja. Mereka jangan di kasih tahu, juga dia.
Biar cinta ini hidup di hati sendiri, tidak pelu di beri tahu kemana-mana, percuma tidak akan sama dengan perasaan yang di rasakan.
Cukupkan saja mereka tahu aku mencintainya saja, bukan aku sangat mencintainya.

Aku ingin menjaga cinta yang besar ini, seperti Siti Fatimah kepada Sayyidina Ali yang tidak pernah meninggikan cinta oleh kata-kata, yang tidak pernah menunjukkan secara berlebihan, yang selalu diam tapi hati berbicara, hingga Tuhanlah yang menceritakan kepada dunia ada cinta Siti Fatimah yang sangat besar kepada Sayyidina Ali. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar