Tuhan
yang maha merahasiakan, aku ingin seperti siti fatimah lagi yang menjaga
hatinya untuk Sayyidina Ali, menyembunyikannya hingga tidak ada yang menemukan,
memendamnya tertimbun dalam dalam. aku ingin menikmati semua sendiri lagi, mereka
tak perlu tahu, dia juga, hanya aku dan tuhan. biar rasa ini menjadi “RAHASIA
HATI” lagi.
**
Setiap
cinta selalu ingin menjelma tulisan, bait puisi, kata-kata mulut, dan seluruh
perhatian, setiap cinta selalu ingin di lepaskan, meski semuanya tidak pernah
berhasil di ungkapkan. Setiap cinta selalu ingin di lihat, di ketahui, di
kenal, dan di tunjukan kemana-mana.
Sayang,
setiap keinginan cinta tidak melulu semua orang bisa melakukan, seperti aku.
Aku
tidak bisa mengungkapkan isi cintaku, aku tidak bisa menjelaskan cintaku
sendiri, aku tidak bisa memperlihatkan cintaku, bahkan aku tidak bisa
membuatnya menjadi puisi yang indah, aku tidak bisa menyederhanakan cintaku
lewat tulisan, aku tidak bisa.
Karena
cintaku sudah terlalu besar, besar sekali, melebihi rasa dua tahun silam itu,
kali ini sangat berbeda. berapa kalipun aku mengungkapan dengan kata “I LOVE
YOU” itu tidak berarti apa-apa, pun saat aku bilang “aku sangat mencintaimu”
nyatanya cinta itu lebih besar dari kata sangat, ratusan kali aku ingin
menjelaskan semuanya tidak pernah bisa di lakukan dengan sempurna.
Cintaku
sudah terlalu dalam.
Marah
sedetik, sayang seratus detik. Kecewa sedetik, sayang seratus detik. Bosan sedetik,
sayang seratus detik. Selalu begitu, selalu ada alasan untuk sayang, selalu
memilih untuk jatuh cinta lagi daripada emosi, selalu kembali daripada
berakhir.
Kemarahan
dia adalah yang paling menakutkan untukku, rasanya seperti aku kehilangan
jiwanya, aku kehilangan hatinya, aku kehilangan seluruh tentangnya, seperti aku
benar benar kehilangan dia. Saat dia marah, aku resah, gamang, galau, sampai
nangis. Aku bisa sampai nangis jika dia marah, bukan karena kemarahannya, tapi
artinya aku sudah benar benar menyakitinya.
Setiap
hari aku rindu, entahlah setiap waktu aku ingin ada di sampingnya, setiap kali
aku ingin mendengar suaranya, setiap malam juga aku bermimpi, setiap lainnya
aku selalu menggebu-gebu untuk bertemu, aku ingin bersandar di pundaknya, aku
ingin melihat senyumnya, aku selalu ingin menghabiskan waktu bersamanya.
Kenyamanannya
tidak bisa di gantikan oleh siapapun. Dia sudah berubah menjadi seleraku,
kecocokanku, keinginanku, aku tidak bisa berharap lain lagi selain dirinya. Aku
suka tertawa karena dia, aku sekarang bisa menjadi diri sendiri karena dia,
akhirnya aku bisa cerita apa saja karena dia, aku bisa dewasa karena dia, aku
selalu belajat banyak hal karena dia. Banyak alasan yang membuatku nyaman
bersama dia, dan itu aku enggak bisa dapatkan dari orang lain.
Anehnya
aku selalu berusaha menjadi wanitanya, aku belum pernah melakukan ini
sebelumnya dengan laki-laki manapun. Aku selalu belajar tidak pernah menyakitinya,
aku selalu belajar untuk menghadapinya, aku selalu belajar membuat dia
tersenyum, aku selalu belajar apa yang dia inginkan, aku selalu belajar
mematuhi nasihatnya, aku selalu belajar apa-apa yang membuat dia bahagia,
bahkan kemanjaan dan keegoisanku sudah bisa di tolerin demi dia.
Hatiku
sudah tidak mau lagi ada laki-laki lain, hatiku tidak ingin mencari lagi yang
lebih sempurna, menurutku sempurna sudah ada padanya. Aku pernah membayangkan
jika aku hidup bersama laki-laki lain rasanya sakit sekali, bahkan aku hidup
bersama tidak bisa melupakan dia, aku akan masih memimpikan bersama dia.
Setiap
kali aku selalu berdoa agar dia jodohku dunia akhirat, aku selalu berharap akhiratpun
aku masih bersamanya, cintaku akan sempurna.
Ah
sudahlah aku bilang aku tidak bisa menjelaskannya, cintaku ini luas dan besar
sekali, selalu menggebu-gebu. Kalian tidak bisa membayangkan cintaku, kalian
tidak bisa menyamakan cintaku, dan aku yakin tidak ada yang bisa merasakan
seperti cintaku sejauh ini.
**
Aku
ingin cinta ini menjadi “RAHASIA HATI” antara aku dan tuhan saja. Mereka jangan
di kasih tahu, juga dia.
Biar
cinta ini hidup di hati sendiri, tidak pelu di beri tahu kemana-mana, percuma
tidak akan sama dengan perasaan yang di rasakan.
Cukupkan
saja mereka tahu aku mencintainya saja, bukan aku sangat mencintainya.
Aku
ingin menjaga cinta yang besar ini, seperti Siti Fatimah kepada Sayyidina Ali
yang tidak pernah meninggikan cinta oleh kata-kata, yang tidak pernah
menunjukkan secara berlebihan, yang selalu diam tapi hati berbicara, hingga
Tuhanlah yang menceritakan kepada dunia ada cinta Siti Fatimah yang sangat
besar kepada Sayyidina Ali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar